Arsip untuk 'poem'Kategori

kamuflase

Agustus 31, 2008

Tahukah kamu/

Ada bencana yang selalu memburu/

Tapi kau tak pernah tahu/

Karena ia terlihat indah di matamu//

Dan ketika kau sadari itu/

Kau bisa ambil kuda-kuda/

Atau pasang tampang waspada/

Tapi ia tetap terlihat indah bagimu//

Ketika ia berlalu/

Bibirmu merapalkan syukur/

Tapi hatimu merutukkan kesal/

Tanpa sadar wajahmu guratkan sesal//

Dan ketika ia menghampirimu/

Kau sudah tersenyum dulu/

Lalu ketika kesadaran itu menjelma/

Kau pilih diam saja//

Hanya dalam hati kau berkata/

Ini benar-benar bencana/

Lalu kau larikan hatimu ke mana saja/

Asal tidak menuju dosa//

Tapi tidak akan lama/

Karena setelah berakhir semua/

Kau akan kembali merindukannya///

Manusia Bodoh Sekali

Agustus 4, 2008

Ssst….ini rahasia/

aku menangis semalaman/

makanya aku pakai kacamata hitam/

biar bengkak mataku tak kelihatan//

Aku terbagun tengah malam/

gelisah kebingungan/

tiba-tiba ingat kematian/

aku ingat berita di tivi/

tentang orang-orang yang pada mati/

ada yang dibunuh keluarga sendiri/

ada juga yang sampe dimutilasi/

aduh jangan tertawakan aku ya../

aku benar-benar ngeri/karena baru menyadari/

maut ada di mana-mana walau aku sudah sembunyi/

bisa saja dia ada di dinding kamrku sendiri/

atau di kompor gas konversi//

makanya aku segera berlari/

ambil air wudlu trus pakai mukenaku/

tahajud nangis-nangis berdoa/

berharap bisa mereduksi dosa/

ga lupa minta perpanjangan usia/

(biar sempat tobat kali ya…)//

ah tapi sepertinya…../

pagi ini aku sudah lupa/

cuma bengkak mataku yang menyisa/

eh…ssst…jangan keras-keras ketawanya/

masih ada lagi satu rahasia/

sekarang aku lagi sibuk nambah dosa…..////


PS: Semoga kita ga termasuk manusia kayak gitu….

diam

Agustus 1, 2008

mencari cahaya

Juni 18, 2008

bukanlah cahaya datang begitu saja

bagai menjelma

dari kesenduan gelap yang kelam/

bukanlah cahaya datang

setelah hampir bosan

kumenantinya /

cahaya adalah semburat terang

yang tadinya remang-remang

kudapat ia setelah berlari

menyeret kaki

membawa luka//

tanpa judul

Juni 12, 2008

hari ini aku tersenyum pada diri sendiri/

menutup segala takut/

mengusir gelisah yang terus merambah/

rimba hati yang gelap//

namun esok aku akan tersenyum pada diriku sendiri/

menertawai kebodohan ku/

menertawai kebodohan duniaku/

menertawai hidupku//

lalu lusa/

aku kan berlari/

terus berlari tanpa henti/

karena tlah kukatakan pada diriku sendiri/

aku tak mau kalah lagi !!! ////

Perjalanan Senja

Juni 4, 2008

hari ini aku susuri

jalan yang pernah kita lalui bersama

andai boleh kuberandai-andai

kan kuandaikan masa itu tak pernah ada//

andai dapat ku berlari

dari ingatan tentang waktu

kan kuhapus ingatan itu

dari jiwaku yang rapuh//

andai berandai-andai bukanlah kesiasiaan //

saudaraku, biarlah aku merenung sendiri

tinggalkan saja aku

karena tak lagi kumampu berlari

biarkan kupeluk lututku

menghangatkan hatiku yang beku

biarkan aku…. ///

aku

September 10, 2007

cuma aku

tak ada kamu

atau kamu

limbung

sendiri

merambah senyap

cuma aku

kemana kamu

kepada waktu

Agustus 31, 2007

sebenarnya aku ingin bertanya

tentang waktu yang terus berputar

menggerus dukaku

menggerus lukaku

juga kebahagiaanku

aku cuma tak mau sesali

setiap detik

bersama

setiap langkah yang tlah kita tapak

tak kepada hujan

tak kepada bintang-bintang

tak kepada embun di pagi menggigil

bukankah waktu

mampu merubahku

juga kau

juga kau

dan kau

kalian semua

tapi aku tetap ingin bertanya

bolehkah?

Di Titik Nadir

Agustus 31, 2007

aku lelah berdiri

tak lagi punya nyali

habis semua asa

hilang lenyap

pecah tercabik

Tuan lihatlah

pedangku telah patah

aku hanya punya sepasang kaki

untuk berlari

dan bersembunyi

meringkuk

gemetar

takut